Senin, 07 November 2016

Bunga Flamboyan di Kupang. Foto : Dokumen Pribadi










Kekasih Yang Tak Diinginkan


Seperti apakah rupa kerinduan yang menolak pertemuan?
Seperti apakah rupa cinta pada kekasih yang tak pernah diinginkan?
Apakah ia selayak kehidupan yang mengingkari adanya  kematian?
Kerinduan seperti apakah yang dapat kugambar untuk menarik garis-garis agar sampai pada-Mu?


Wahai Kekasih.
Bagi-Mu segala cinta dan menghamba.  Cinta dan penghambaan yang lekat dengan tarikan dunia.
Sayap-sayap dzikirku patah gemeretak  kala   kupilih  duka.
Duka yang menjadi beban yang meletihkan pada titian pendakian iman.



Oh,
puasakan aku wahai  Tuhan,  agar aku menikmati kemerdekaan, lepas bebas dari kemelekatan.
Jadikan aku lupa segala, hingga aku sadar diri bahwa aku bukan siapa-siapa.
Biarkan aku hilang lenyap,
hingga yang tersisa hanyalah belas kasih di dada,
antara   Engkau, aku dan semesta.



Kerinduan seperti apakah yang aku mampu gambarkan kepada-Mu, Kekasih.
Kerinduan  dalam kecemasanku ;
apakah Engkau akan memalingkan  Wajah-Mu?


(Bandung, 2013)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar