Sulamu,
Aku Mencintaimu Apa Adanya
| Sebuah Padang Savanna di Timor |
Sulamu,
aku tengah berduka ketika harus
menelusuri belantara Nusa Tenggara.
Menelusuri jejak rasa di wajahmu,
seperti mencari embun di rerumputan padang savanna
di terik surya.
Aku ingin menitipkan kasih di hatimu,
Aku tahu, jalan-jalan yang terbentang antara
Kupang dan Timor Leste,
begitu terjal jika hanya semata mengikuti hati
yang dibisiki angin barat daya.
Aku tak akan pernah menyimpan banyak harap padamu,
selaksa perasaanku pada mulanya.
Esok, ketika aku tak lagi kembali ke
sini,
ke ranch tempat sapi dan babi bermain dengan pikiran dan
perasaannya sendiri-sendiri,
sampaikan
salamku pada pepohonan jati dan
cendana,
Pada dedaunan kering yang meranggas dari
reranting ;
Terlalu banyak jalan yang menanjak dan
menelikung di antara kita,
untuk mencapai batas rasa.
Tatkala engkau begitu rumit menafsirkan dan menerka segala,
Sesungguhnya jiwaku sangat sederhana,
Sulamu, aku mencintaimu,
apa adanya.
( Kupang, 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar