Jumat, 13 Juli 2018


Sulamu, Aku Mencintaimu Apa Adanya
Sebuah Padang Savanna di Timor


Sulamu,  aku tengah berduka ketika harus menelusuri belantara Nusa Tenggara.
Menelusuri jejak rasa di wajahmu,
seperti mencari embun di rerumputan padang savanna di terik surya.
Aku ingin menitipkan kasih di hatimu,
kasih tanpa permintaan, agar engkau menungguku di ujung jalan Oesao.

Aku tahu, jalan-jalan yang terbentang antara Kupang dan Timor Leste,
begitu terjal jika hanya semata mengikuti hati yang dibisiki angin barat daya.
Aku tak akan pernah menyimpan  banyak harap   padamu,
selaksa perasaanku pada mulanya.


Esok, ketika aku tak lagi  kembali ke  sini,
ke  ranch tempat sapi  dan babi bermain dengan pikiran dan perasaannya sendiri-sendiri,
sampaikan  salamku pada  pepohonan jati dan cendana,
Pada dedaunan kering yang meranggas dari reranting ;
Terlalu banyak jalan yang menanjak dan menelikung di antara kita,
untuk mencapai batas rasa.
Tatkala engkau begitu rumit  menafsirkan dan menerka segala,
Sesungguhnya jiwaku  sangat sederhana,
Sulamu, aku mencintaimu,
apa adanya.


( Kupang, 2013)









[1] Sulamu dan Oesao , nama sebuah tempat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.